CMS (Content Management System)

CMS (Content Management System)
-Sistem yang memudahkan pengguna untuk mengelola isi/konten web dinamis
-Pengguna tidak perlu tahu banyak tentang web secara teknis
-Memungkinkan semua orang bisa mengupdate isi web tanpa melalui webmaster

CMA (Content Management Application)
-Memungkinkan pengguna yang tidak memiliki pengetahuan tentang pemrograman web untuk melakukan pembuatan, pengubahan, dan penghapusan isi dari suatu web
Content DeliveryApplication (CDA)
-Menggunakan & menghimpun informasi-informasi yang telah diupdate untuk memperbaharui website tersebut

Manfaat CMS
1. Manajemen data
-Data tersimpan dengan baik
-Dapat dimanfaatkan kembali
-Mendukung berbagai format data (xml, pdf, html, dll.)
-Mampu melakukan indexing, searching, ontrol terhadap revisi data, dll.
-Tidak harus tahu banyak pemrograman database

2. Mengatur siklus hidup website
-Memungkinkan untuk mengelola bagian/isi mana saja yang akan ditampilkan
-Mengatur waktu dan lokasi tampilan di website
-Pengguna ias me-review isi web terlebih dahulu sebelum ditampilkan

3. Mendukung web templating dan standarisasi
-Setiap bagian dari website à template yg telah disediakan oleh CMS
-Standarisasi à ada bagian dari website yang tidak bisa diubah
-Konsistensi tampilan web dapat terjaga

4. Personalisasi website, Isi dari website (berita, dll) dapat ditampilkan sesuai keinginan dan kebutuhan pengguna

5. Sindikasi, Memungkinkan website untuk membagi isinya kepada website lain (rss, xml, dll.)

6. Akuntabilitas
-CMS mempunyai alur kerja dan hak akses yang jelas
-Informasi yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan
-Setiap perubahan di website dapat ditelusuri & diperbaiki

Memilih CMS
1. Mengenali target dan tujuan yang hendak dicapai dari penerapan CMS
2. Mengidentifikasi kebutuhan & kemampuan à jumlah editor, kemampuan teknis, jenis konten/isi yang akan dipublish
3. Mengidentifikasi ketersediaan hardware & software
4. Menentukan jumlah biaya yang akan dikeluarkan
5. Menentukan jenis CMS à Komersial dan Open Source
6. Memilih CMS yang paling dapat memenuhi kebutuhan
7. Jika yang terpilih CMS komersial, maka pastikan pihak pemakai membeli lisensinya
8. Jika yang terpilih CMS open source, maka setiap permasalahan yang muncul dalam implementasinya harus dicari jalan keluar sendiri
9. Usahakan memperbaharui/update CMS yang telah dipakai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s