TAG SCRIPT PERINTAH IF DALAM PASCAL

1. IF . . . THEN . . .

Perintah If . . . Then digunakan untuk mewujudkan percabangan bersyarat.  Di dalam PASCAL, statement If . . . Then mempunyai syntax :

Syntax  1:

IF <Syarat Logika> THEN Statement;

Syntax 2:

IF <Syarat Logika> THEN

Begin

Statement 1;

Statement 2;    Block Statement

………;

End;

Syarat Logika adalah operasi relasi (seleksi kondisi) yang apabila bernilai TRUE (benar) maka statement atau block statement setelah Then akan dilaksanakan.  Apabila kondisi bernilai FALSE maka statemen atau block statement tidak akan dikerjakan.  Untuk setiap block statement harus ditandai dengan : BEGIN . . . END;.

Contoh:

Program Kelulusan;

Var Nama : String[30];

Nilai : Real;

Ket  : String[20];

 

Begin

Write(‘Nama Siswa  : ’);readln(Nama);

Write(‘Nilai Angka : ’);readln(Nilai);

Ket := ‘Anda Tidak Lulus’;

If (Nilai > 55) Then         {jika nilai > 55}

Ket := ‘Anda Lulus’;           (Kerjakan statement}

Writeln;

Writeln(‘Hasil     : ’,Ket);

 

2. IF . . . THEN . . . ELSE . . .

Statement  If . . . Then . . . Else . . . ini mirip dengan statement If . . . Then.  Syntax statement ini adalah :

Syntax 1 :

IF <Syarat Kondisi> Then

Statement1

ELSE

Statement2;

Syntax 2:

IF <Syarat Logika> Then

Begin

Statement11;

Statement12;    Block Statement1

………;

End

ELSE

Begin

Statement21;

Statement22;    Block Statement2

………;

End;

Pada bentuk ini jika Syarat Logika bernilai TRUE, maka statement / block statement setelah Then (statement 1 / block statement 1) akan dikerjakan.  Tetapi bila syarat kondisi bernilai FALSE maka maka statement / block statement setelah Else ( statement 2 / block statement 2) yang akan dikerjakan.

Contoh:

Program Kelulusan;

Uses crt;

Var Nama       : String[30];

Nilai      : Real;

Ket, Pesan : String[20];

 

Begin

Clrscr;

Write(‘Nama Siswa  : ’);readln(Nama);

Write(‘Nilai Angka : ’);readln(Nilai);

Ket := ‘Anda Tidak Lulus’;

If (Nilai > 55) Then

Begin

Ket := ‘Anda Lulus’;

Pesan := ‘Selamat Yach’;

End

Else

Begin

Ket := ‘Anda Tidak Lulus’;

Pesan := ‘Belajar Lagi Jack…’;

End;

Writeln;

Write(‘Hasil     : ’);

Writeln(Ket,‘ ’,Pesan);

Readln;

End.

 

3. IF . . . THEN . . . ELSE IF . . .

Statement If . . . Then . . . Else If . . . ini sebenarnya adalah statement kondisi dalam kondisi atau If dalam If.  Syntax statement ini adalah :

Syntax 1 :

IF <Syarat Kondisi> Then

Statement1

ELSE IF <Syarat Kondisi> Then

Statement2

ELSE

Statement3;

Syntax 2:

IF <Syarat Logika> Then

Begin

Statement11;

Statement12;    Block Statement1

………;

End

ELSE IF <Syarat Kondisi> Then

Begin

Statement21;

Statement22;    Block Statement2

………;

End

ELSE

Begin

Statement31;

Statement32;    Block Statement3

………;

End;

Pada bentuk ini jika Syarat Logika bernilai TRUE, maka statement / block statement setelah Then (statement 1 / block statement 1) akan dikerjakan.  Tetapi bila syarat kondisi bernilai FALSE maka program akan mengecek kondisi kedua.  Jika kondisi kedua bernilai TRUE, maka statement / block statement setelah Then (statement 2 / block statement2) akan dikerjakan.  Jika kondisi kedua bernilai FALSE, maka statement / block statement setelah Else ( statement 3 / block statement 3) yang akan dikerjakan.

Contoh:

Program Nilai;

Uses crt;

Var Nama       : String[30];

Nilai1     : Real;

Nilai2     : char;

 

Begin

Clrscr;

Write(‘Nama Siswa  : ’);readln(Nama);

Write(‘Nilai Angka : ’);readln(Nilai1);

 

If (Nilai1 >=75 ) Then

Nilai2 := ‘A’

Else If (Nilai1 >= 50) and (Nilai1 < 75) Then

Nilai2 := ‘B’

Else

Nilai2 := ‘C’;

 

Writeln(‘Nilai Huruf : ’,Nilai2);

Readln;

End.

 

4. CASE . . . OF

Statement Case . . . Of dipakai untuk penyelesaian berganda.  Penyeleksian berganda disini misalnya adalah untuk membuat menu pilihan.  Sedangkan syntax dari statement ini adalah sebagi berikut :

Syntax :

Case <NamaVar> Of

Statement1;

Statement2;

………;

End;

 

NamaVar disini adalah sebuah variable yang harus bertype ordinal seperti Char, Byte atau Integer.

Contoh:

Program Menu;

Uses crt;

Label Baby;

Var Pil            :  Char;

P,L,A,T,J, Luas :  Real;

 

 

Begin

Baby;

Clrscr;

Writeln(‘PILIHAN PROSES’);

Writeln;

Writeln(‘1. Luas Segi Empat’);

Writeln(‘2. Luas Segi Tiga’);

Writeln(‘3. Luas Lingkaran’);

Writeln(‘4. S e l e s a i’);

Writeln;

Write(‘Masukkan Pilihan Anda : ’);Readln(Pil)

Case Pil Of

‘1’ : Begin

Write(‘Panjang : ’);Readln(P);

Write(‘Lebar   : ’);Readln(L);

Luas := P * L;

Write(‘Luas    : ’);Readln(Luas:6:2);

Readln;

End;

‘2’ : Begin

Write(‘Alas   : ’);Readln(A);

Write(‘Tinggi : ’);Readln(T);

Luas := (A * T)/2;

Write(‘Luas   : ’);Readln(Luas:6:2);

Readln;

End;

‘3’ : Begin

Write(‘Jari-jari : ’);Readln(J);

Luas := 3.14 * J * J;

Write(‘Luas      : ’);Readln(Luas:6:2);

Readln;

End;

‘4’ : Halt;

End;

Write(#7);

Goto Baby;

End.

 

Ket :

1. Baby adalah label sebagai cara untuk memutar proses jika pilihan menu tidak 1, 2, 3 atau 4.

2. Halt adalah procedure untuk mengakhiri program ditengah-tengah program.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s